image







STRATEGI BISNIS: 14 Kiat Agar Usaha Kecil Sukses

 
Memiliki usaha sendiri adalah impian banyak orang. Apalagi, enterpreneurship belakangan ini cukup berkembang di Indonesia. Berbagai pelatihan pun menjamur, menawarkan kiat-kiat usaha kecil sukses. Pengusaha baru bermunculan, sebagian mampu bertahan dan tidak jarang yang berguguran. Sah saja hukumnya jika kita mengikuti pelatihan dan training motivasi enterpreneur karena akan membuka wawasan lebih luas tentang peluang usaha, manajemen perusahaan, dan jaringan multisegmen yang akan memberi efek sangat positif. Tetapi jika kita mengharapkan usaha kita akan sukses karena training dan pelatihan tersebut, kita salah besar. 
Tidak ada yang menjamin kesuksesan usaha kita, kecuali diri kita sendiri. Training dan pelatihan hanya sebagai spirit awal saja bagi kita. Berikut ada 14 kiat sukses bagi usaha kecil yang bisa kita pelajari: 
1. Mulailah dari Kesenangan Pribadi Carilah usaha yang memang dekat dengan kesenangan atau kemampuan pribadi. Kemampuan itu adalah modal kita yang pertama. Kita bisa merenungkan, apa saja yang kita kuasai dan mampu kita kerjakan dengan baik. Kemampuan ini akan berkembang terus, dan kita yang tahu seluk-beluknya. Setiap usaha punya kerumitan dan masalahnya sendiri. 

2. Pelajari Dengan Seksama Bidang Usaha yang Akan Kita Geluti Banyak orang jahat di dunia ini. Namun, kita jangan khawatir karena orang baik pun tidak sedikit jumlahnya. Kita hanya perlu mengenali siapa mereka. Oleh karena itu, sebelum menerjuni sebuah usaha, kita perlu memahami karakteristik usaha tersebut agar tidak menjadi korban orang jahat yang memanfaatkan ketidaktahuan kita. Hal-hal yang harus kita pelajari dan mengerti di antaranya sebagai berikut: a. Bagaimana proses produksinya? Carilah informasi sebanyak-banyaknya untuk bisa kita pertimbangkan efisiensi biayanya. b. Siapa saja konsumennya? Carilah informasi mengenai segmentasi konsumen yang hendak kita bidik dan bagaimana menyampaikan informasi tentang usaha kita kepada mereka. c. Seberapa besar peluangnya? Buatlah perhitungan sederhana hingga detail mengenai peluang usaha tersebut. Dengan begitu, kita bisa cermat memperhitungkan struktur permodalan, regulasi keuangan, dan omset yang mungkin kita capai.

3. Susunlah Rencana Usaha Perencanaan usaha meliputi bagaimana kita mengkonsep detail usaha kita, struktur permodalan, aspek-aspek teknis, dan manajemen pengelolaan usaha. Buatlah rencana tersebut dalam buku khusus. Susunlah langkah-langkahnya dengan sistematis. Buatlah target yang realistis, tidak terlalu mudah dan tidak pula muluk-muluk. Perencanaan yang baik akan menjadi panduan kita untuk mengelola suatu usaha. 

4. Mengukur Peluang dari Usaha Baru Kita dapat mengukur peluang dari usaha baru yang akan kita buat. Semua usaha baru dimulai karena ada kebutuhan. Setelah kita mengidentifikasi adanya kebutuhan, barulah ada pasar yang potensial. 

5. Lakukan Uji Coba Jika memungkinkan, lakukan uji coba terhadap produk yang akan kita kembangkan. Uji coba berfungsi untuk mengetahui minat konsumen, hal-hal non-teknis yang kadang tidak terpikirkan, dan berbagai hal lain yang akan semakin menajamkan rencana usaha yang telah kita susun. Uji coba juga memungkinkan kita menghimpun kritik dan saran, mengetahui kekurangan produk untuk kita perbaiki, dan mengetahui kelebihannya untuk bisa kita maksimalkan. 

6. Ciptakan Keunikan untuk Menarik Perhatian Image yang baik tentu saja berpengaruh terhadap respon konsumen. Seringkali citra baik suatu produk baru didapat setelah proses bertahun-tahun. Oleh karena itu, di awal usaha, setiap produk harus mampu mencuri perhatian konsumen. Kita harus menciptakan keunikan untuk mencuri perhatian. Namun, keunikan tersebut tetap harus bercitra positif. Keunikan itu bisa diaplikasikan dalam bentuk merek, cara pengemasan, cara penyajian, servis purna layanan, dan sebagainya.

7. Jangan Menunda-nunda dan Jangan Terburu-buru Penyakit yang sering dialami masyarakat kita adalah menunda-nunda tindakan saat kesempatan terbuka. Tentu saja, ini tidak baik sebab kesempatan tidak datang dua kali. Oleh karena itu, bangkit dari kemalasan dan memutus rantai penundaan adalah langkah yang harus dilakukan untuk meraih sukses. Namun, bukan berarti kita boleh terburu-buru. Semua harus dilakukan dengan cermat, dimulai pada saat yang tepat, direncanakan dengan baik dan maksimal. 

8. Siapkan Diri untuk Berkompetisi Kompetisi adalah sesuatu yang mutlak kita hadapi dalam proses usaha. Oleh sebab itu, kita harus siap dengan kompetisi tersebut. Mulailah dari rancangan produk yang mampu bersaing, mental enterpreneur yang kuat dan tahan banting, serta kemampuan memperbarui ide dengan hal-hal baru yang lebih baik. Jika memungkinkan, ubahlah lawan menjadi kawan. Ubahlah persaingan menjadi mitra, minimal bangunlah iklim persaingan yang sehat. 

9. Bersaing dalam Kualitas, bukan Harga Banyak usaha gulung tikar karena menyikapi persaingan dengan cara menurunkan harga. Jangan terprovokasi dengan iklim tersebut. Bersainglah dengan meningkatkan kualitas, bukan menurunkan harga. Memang, pada akhirnya, harga memiliki pengaruh sangat kuat dalam persaingan. Namun, jika harga menjadi bagian utama persaingan, itu tidak tepat. Menurunkan harga membuat kita harus menurunkan kualitas. Kualitas yang buruk membuat konsumen menjauh. Sementara kualitas yang baik, membuat konsumen ikhlas jika harganya sedikit mahal. 

10. Jadikan Konsumen Sebagai Mitra, Bahkan Konsultan Mungkin kita sering mendengar istilah “Pembeli adalah raja.” Mereka harus kita layani sebaik-baiknya. Akan lebih baik jika bisa kita jadikan mitra. Bahkan, konsultan. Jangan segan-segan meminta pendapat mereka mengenai produk. Selain mendapat masukan berharga, cara semacam ini berfungsi membangun keterikatan. Mereka akan “merasa memiliki” produk tersebut. 

11. Pertimbangkan Lokasi dan Tata Letak dengan baik Untuk usaha kecil dalam bidang penjualan, promosi terbaik adalah lokasinya. Tata letak pabrik dan toko yang baik akan mempermudah kemampuan produksi.

12. Kemaslah Promosi Dengan Baik, Elegan, dan Tidak Norak Promosi yang dikemas baik akan menaikkan citra produk. Bicara masalah promosi, sama sekali tidak bicara masalah kuantitas, tetapi kualitas. Promosi yang baik adalah tepat sasaran. Jangan sampai, promosi justru membuat konsumen terganggu. Promosi bisa dilakukan dengan membuat pamflet kecil yang disebarkan ke masyarakat, kartu nama yang disisipi informasi produk, keikutsertaan dalam event yang melibatkan massa sesuai pangsa pasar yang dibidik. Sesuaikan bahasa, desain, dan cara penyampaiannya dengan target tersebut. 

13. Internet Marketing Saat ini, internet telah menjadi bagian kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. Kita bisa memasarkan produk melalui internet dengan membuat blog, web, dan banner iklan. Keikutsertaan dalam jejaring sosial juga sangat membantu penyebaran informasi. Bahkan, citra suatu produk bisa dibangun dengan cara tersebut. Jadi, kesertaan kita dalam jaringan internet marketing dan bisnis online adalah sebuah terobosan. 

14. Mencari modal atau partner Jika tidak punya modal sendiri, maka kita perlu mencari kerjasama dengan orang lain. Disarankan kita harus berhati-hati dalam masalah administrasi keuangannya, karena banyak kasus penipuan. Banyak partner yang curang atau nakal. Jika kita hanya punya kemampuan, misalnya, ada kemungkinan partner kita akan “menendang” kita keluar begitu dia dan anak buahnya menguasai keahlian yang diperlukan tersebut. Kita perlu menempatkan orang yang kita percaya untuk mengawasi keuangan, kalau bisa kita tangani sendiri soal uang ini. Selalu berhati-hati agar tidak ditipu orang. 

Sumber artikel: anneahira.com, forumwirausaha.com, dan redaksi Sumber gambar: forumwirausaha.com
Read more!
lintasberita

Pembentukan Kelompok Tani Ternak


Pemberdayaan masyarakat merupakan sebuah paradigma pembangunan yang berkeadilan di mana arah pembangunan berpusat pada rakyat sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas ke arah kemandirian. Dalam pemberdayaan masyarakat, sangat diperlukan peranserta aktif masyarakat. Dalam paradigma ini peran individu bukan sebagai obyek melainkan sebagai pelaku (subyek) yang menetapkan tujuan, mengendalikan sumberdaya, dan mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya. Strategi yang digunakan dalam pemberdayaan masyarakat adalah dengan melakukan penguatan kelembagaan yang merupakan sebuah kegiatan dalam rangka memberdayakan masyarakat petani peternak agar mau dan mampu secara mandiri berperan serta dalam pengelolaan dan pelestarian ternak untuk meningkatkan kesejahteraannya. 

Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan pembentukan kelompok-kelompok tani mandiri. Dengan pendekatan kelompok tani yang mandiri banyak manfaat yang akan dipetik oleh masyarakat. Pendekatan kelompok yang “mandiri” dianggap penting karena disini masyarakat dibina untuk berkelompok yaitu agar mereka memiliki wadah untuk berorganisasi dan bersosialisasi. Kelompok ini akan berfungsi sebagai kelas belajar, wahana bekerjasama, dan unit produksi. 

Tidak semua masyarakat petani mempunyai keinginan untuk membentuk kelompok. Hal ini tergantung pada tingkat kebutuhan para petani tersebut. Untuk itu sebelum mengajak para petani agar mau membentuk kelompok, terlebih dahulu para penyuluh perlu memahami karakteristik masyarakat setempat (local specific). Pemahaman terhadap masyarakat merupakan awal dari keseluruhan kegiatan penyuluhan. Tanpa adanya pemahaman terhadap masyarakat yang akan diberdayakan, sangat sulit bagi penyuluh keternakan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan.

Tahap Memulai (Initiating), merupakan usaha-usaha yang sangat awal yang dilakukan oleh penyuluh keternakan dalam menginformasikan dan memperkenalkan “apa sebenarnya kelompok itu”, “apa keuntungan dan kerugian bekerja dalam kelompok”, dan lain sebagainya. Tujuannya adalah agar petani sadar (aware) dan tergugah minatnya (interest) dan terbuka wawasannya (understanding). Tahap ini sangat berkaitan dengan persepsi dan kesan para petani terhadap informasi yang disampaikan kepada mereka sehingga diperlukan kecermatan dan kehatian-hatian dalam mengemas dan menyampaikan infomasi. Informasi harus menyentuh dan diharapkan mampu menjawab keinginan dan kebutuhan masyarakat. Pada tahap ini, selain kemasan pesan yang tepat dan benar, sosok sang penyuluhpun dapat menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelompok. Untuk itu, penyuluh keternakan harus dapat menampilkan diri sebagai sosok yang dapat dipercaya (trust) dan mampu menarik rasa suka masyarakat. 

Dalam upaya mengajak petani agar memiliki wadah kerjasama (kelompok), penulis mengajak pembaca untuk melihat pendapat dua orang ahli komunikasi, di mana pendapat keduanya “menurut penulis” dapat pula diterjemahkan ke dalam konteks penyuluhan. Knapp dan Vangelisti (1992) dalamInterpersonal Communication and Human Relationship menyatakan bahwa terdapat 5 (lima) tahapan agar proses hubungan antar manusia dapat menuju pada tahap kebersamaan/penyatuan. Apabila kebersamaanini diterjemahkan atau diperluas dalam arti kelompok, maka tahapan-tahapan tersebut dapat menjadi suatu proses bagi aktivitas tugas penyuluh keternakan dalam membentuk dan mengembangkan suatu kelompok masyarakat. 

Tahapan-tahapan tersebut adalah: 
Tahap Penggiatan (Intensifying), ditandai dengan adanya kecenderungan perubahan sikap. Artinya sebagian besar masyarakat tani merasakan sangat perlu dan setuju adanya wadah dalam mencapai tujuan mereka, maka penyuluh keternakan perlu secara terus menerus melaksanakan pendekatan kepada mereka melalui pertemuan-pertemuan baik yang dilakukan secara formal maupun informal, seperti berkunjung dari rumah ke rumah, mengadakan pertemuan di Balai Pertemuan Desa, ataupun kegiatan lainnya yang dapat memperkokoh minat serta keinginan masyarakat tani dalam membentuk wadah kelompok. Pada tahap ini, informasi-informasi yang penting yang dibutuhkan para petani diusahakan harus selalu tersedia. Dapat juga dengan melakukan kegiatan studi banding yaitu dengan mengajak beberapa petani yang menjadi tokoh masyarakat mengadakan kunjungan ke tempat yang memiliki kelompok tani maju yang dapat dijadikan contoh. 

Tahap Penjajagan (Experimenting), merupakan usaha mencari cara membangun keinginan para petani dengan melakukan pencarian terhadap kemiripan-kemiripan kebutuhan diantara para petani. Pada tahap ini, penyuluh keternakan diharapkan mampu menggali aspirasi masyarakat, mampu melihat hal-hal yang dinginkan oleh masyarakat, mampu mengidentifikasi faktor pendukung maupun faktor penghambat terbentuknya suatu kelompok. Dengan memperoleh informasi tentang apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, maka akan diketahui apakah masyarakat merasa butuh atau tidak akan adanya kelompok. Apabila masyarakat belum merasa butuh maka perlu dilakukan kembali penggugahan kesadaran atau kembali ke tahap awal (Initiating). Yang harus diperhatikan dan diusahakan oleh para penyuluh bahwa keberadaan kelompok harus merupakan keinginan dan kebutuhan yang datangnya dari masyarakat, untuk masyarakat, dan akan dikelola oleh masyarakat tani itu sendiri, jadi bukan merupakan paksaan atau pesanan pemerintah (top down). Pada tahap ini diperlukan pengetahuan yang mendalam tentang sistem sosial masyarakat, termasuk untuk memperkirakan akibat-akibat yang mungkin akan timbul dari terbentuknya kelompok. 

Tahap Pengintegrasian (Integrating), setelah semakin terlihat adanya perubahan yang kuat pada sikap dan perilaku petani, penyuluh keternakan kiranya perlu memfasilitasi masyarakat tani untuk mengadakan pertemuan-pertemuan formal. Pertemuan-pertemuan ini penting dalam rangka membangun kesepahaman dan kesepakatan tentang pentingnya kelompok tani sebagai kelas belajar, wahana bekerjasama, dan unit produksi. Diharapkan elemen-elemen yang terlibat dalam pertemuan ini adalah tokoh-tokoh masyarakat desa, Penyuluh keternakan, Pemerintah Desa, Badan Perwakilan Desa, dan bila perlu melibatkan pula LSM-LSM, dunia usaha dan pihak lainnya yang terkait. Dengan banyaknya pihak yang terlibat dalam dialog tersebut maka akan semakin banyak masukan dari berbagai sudut pandang yang dapat memperkaya dan memperkokoh kelancaran dan kesuksesan program kelompok apabila nantinya terbentuk, serta mempermudah pembinaan kelompok di masa mendatang. 

Tahap Pengikatan (Bonding). Dari pertemuan-pertemuan formal tadi maka dihasilkan suatu kesepakatan untuk membentuk suatu kelompok tani. Pada tahap ini, para petani mengikrarkan kesepakatan dalam sebuah kebersamaan atau kelompok kerja. Setelah kelompok terbentuk, maka dapat dilanjutkan dengan penyusunan struktur organisasi kelompok, program kerja, penentuan sekretariat kelompok, sumber dana kegiatan dan lain sebagainya demi kelancaran aktivitas kelompok dan kelangsungan hidup kelompok. 
www.kopnakci.blogspot.com
Read more!
lintasberita

Sepuluh Perusahaan Idaman

Sepuluh besar perusahaan idaman versi Warta Ekonomi mencerminkan reputasi besar dan kemampuan memberikan penghasilan yang besar. Inilah wajah perusahaan-perusahaan yang menyilaukan mata para pekerja itu.

Sejak lima tahun lalu, sembilan nama perusahaan di halaman-halaman berikut ini boleh jadi sudah sering Anda temukan dalam liputan “Perusahaan Idaman” sebagai tempat bekerja pilihan karyawan versi Warta Ekonomi. Sesuai peringkatnya, kesembilan perusahaan ini mendampingi PT Astra International Tbk. (sebagai peringkat pertama) dalam peringkat 10 Besar Perusahaan Idaman tahun 2006. Dari tahun ke tahun, mereka selalu berhasil menarik minat para responden survei Perusahaan Idaman yang tahun ini berjumlah 1.000 orang. Ada banyak alasan yang diberikan responden saat memilih Astra sebagai perusahaan yang paling diidamkan untuk tempat bekerja tahun ini (peringkat pertama). Akan tetapi, cuma ada tiga alasan utama. Pertama, Astra adalah perusahaan besar (27,56% responden yang memilih Astra mengatakan hal ini). Mereka menyebut banyaknya kantor cabang, luasnya jangkauan pemasaran produk, dan besarnya pangsa pasar untuk menunjukkan “kebesaran” Astra. Kedua, ada jenjang karier yang jelas di Astra (17,43%). Ketiga, Astra memberikan penghasilan yang lebih besar kepada karyawannya dibanding perusahaan sejenis lainnya (15,91%).

Alasan utama itu pula yang menjadi benang merah yang menyatukan Astra dengan sembilan perusahaan lainnya yang masuk dalam 10 Besar Perusahaan Idaman 2006. Yaitu, bahwa mereka dipilih oleh sebagian besar responden karena alasan utama yang sama, yaitu karena mereka adalah perusahaan besar, seperti karena banyaknya bidang usaha yang dimiliki, jaringan distribusi yang luas, omzetnya yang besar, dan lain-lain.

Mungkin saja Anda tidak sependapat dengan para responden. Akan tetapi, dalam tulisan profil berikut ini akan ditunjukkan keistimewaan yang dimiliki kesembilan perusahaan idaman itu (yang masuk dalam peringkat 10 Besar Perusahaan Idaman 2006 setelah Astra) dan bagaimana persepsi responden terhadap mereka. Sebab, bagaimanapun, perusahaan yang menjadi idaman tentulah telah melampaui proses panjang untuk meraih prestasinya itu.
Peringkat 2: PT Unilever Indonesia Tbk.
Tahu yang Karyawan Mau

Perusahaan consumer goods asal Belanda ini membuat banyak program supaya karyawan betah dan meningkat kinerjanya.

Tak perlu cerita panjang lebar untuk soal kejelasan jenjang karier karyawan di PT Unilever Indonesia Tbk. Awal karier seluruh direksi lokalnya saat ini sudah menjelaskan dengan sendirinya. “Mereka semua adalah hasil program Management Trainee (MT) kami,” ujar Josef Bataona, human resources director PT Unilever Indonesia Tbk. Bahkan, sambung Josef, 70% pimpinan Unilever dengan level di bawah direktur juga merupakan hasil program MT.

Artinya, mereka dahulunya adalah fresh graduate yang direkrut Unilever melalui program MT. Setelah itu, mereka mulai menapaki berbagai jenjang karier hingga akhirnya berhasil duduk sebagai direktur.

Dikaitkan dengan hasil survei Warta Ekonomi tentang Perusahaan Idaman sebagai tempat bekerja tahun 2006, alasan kejelasan jenjang karier di Unilever (6,09%) juga menjadi salah satu alasan utama mengapa sebagian besar responden memilih Unilever sebagai perusahaan idaman 2006 di peringkat kedua setelah Astra. Selain itu, responden juga memberikan alasan utama karena Unilever merupakan perusahaan besar (13,85%), memberikan gaji yang lebih besar dibanding perusahaan sejenis (13,02%), dan sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya (11,36%).

Menurut Josef, Unilever memang sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. “Kami sadar karyawan memiliki banyak kebutuhan,” tutur Josef. Menurut dia, Unilever memiliki berbagai program balanced life yang bisa membuat karyawan betah bekerja dan meningkat kinerjanya.

Bagi karyawan pemula, masalah gaji dan fasilitas kerap menjadi prioritas kebutuhan. Untuk itu, Unilever berupaya menjaga fairness perolehan gaji mereka. Unilever juga memberikan berbagai bentuk penghargaan. Misalnya, untuk karyawan pemenang program Enterprise Award. Dalam program ini, karyawan diajak berkompetisi memberikan ide-ide kreatifnya untuk meningkatkan kinerja perusa¬haan. Penghargaan untuk pemenang program ini bisa berupa pengumuman pemenang di setiap komputer di Unilever, mendapatkan bonus satu kali gaji, liburan ke luar negeri, kenaikan karier, maupun bentuk penghargaan lainnya.

Berbagai fasilitas untuk karyawan juga disediakan, seperti fitness center, nursery, dan tempat pertemuan santai. Unilever pun rutin menyelenggarakan acara Pekan Olah Raga dan Family Day. “Dunia Fantasi pernah kami booking selama setengah hari hanya untuk karyawan Unilever,” ujar Josef.

Dengan berbagai program itu, tak heran jika karyawan Unilever tergolong betah bekerja di perusahaan yang mampu membukukan laba bersih Rp877,9 miliar pada semester I 2006 lalu ini (naik 9% dibanding laba bersih semester I 2005 yang sebesar Rp805,3 miliar). Rata-rata turnover di Unilever hanya 1% per tahun. “Bahkan, untuk karyawan level bawah boleh dibilang nyaris tidak ada yang keluar,” tandas Josef. FADJAR ADRIANTO

------------ ---

Status : PMA

Sektor usaha : Consumer goods

Jumlah karyawan: 3.000 (Indonesia)

Peringkat 2005 : 3

------------ ---
Peringkat 3: PT Bank Central Asia Tbk.
Pamornya Kembali Bangkit

BCA melompat naik tujuh tingkat sebagai perusahaan idaman tempat bekerja.

Pada 8 Juli 1998, sewaktu BCA masih milik Keluarga Salim, pernah terjadi protes dari puluhan karyawan BCA di Magelang dan tujuh kantor cabang pembantu BCA di eks Karesidenan Kedu. Mereka menuntut persamaan gaji dan menghendaki penentuan jabatan karyawan BCA didasarkan pada pendidikan, kemampuan, pengalaman, dan masa kerja. Bukan berdasarkan pertimbangan lain yang tidak semestinya.

Mengapa protes itu bisa terjadi? Ada penjelasan yang mengatakan bahwa saat itu BCA masih terkesan menggunakan manajemen keluarga, walaupun merupakan bank swasta terbesar di Indonesia. Cerita selanjutnya adalah pamor BCA sebagai perusahaan bergengsi makin merosot seiring terjadinya krisis ekonomi 1997. Puncaknya, pada Mei 1998 BCA mengalami rush penarikan dana oleh para nasabahnya. BCA akhirnya harus masuk ke “klinik” BPPN untuk direkapitalisasi.

Namun, cerita suram BCA kemudian berubah. Program rekapitalisasi BCA berjalan sukses-walaupun Keluarga Salim kemudian tinggal memiliki 1,77% saham di BCA. Dari sisi aset, BCA adalah bank nasional terbesar kedua setelah Bank Mandiri. Total nilai aset BCA sebesar Rp150,74 triliun per Desember 2005.

Kinerja BCA juga terus membaik. Semester I 2006 BCA berhasil meraih laba bersih Rp2,04 triliun atau tertinggi dari seluruh bank di Indonesia. BCA mampu mengalahkan laba bersih BRI yang sebesar Rp2,008 triliun. Padahal, tahun lalu laba bersih BRI adalah yang tertinggi yakni sebesar Rp3,808 triliun, dan BCA berada di posisi kedua dengan Rp3,597 triliun.

Tak hanya itu. Di mata 1.000 karyawan yang menjadi responden survei Warta Ekonomi, BCA berhasil duduk di peringkat ke-3 sebagai perusahaan idaman tempat bekerja, setelah Astra dan Unilever. Ini melompat tujuh tingkat dari posisi ke-10 pada 2005. Dari total 5,6% responden yang memilih BCA, 34,85% di antaranya menyebutkan adanya jenjang karier yang jelas di BCA merupakan alasan mereka memilih BCA. Selain itu, 32,12% menyebut karena tingginya tingkat kesejahteraan jika bekerja di BCA.

Lena Setiawati, corporate secretary BCA, menjelaskan BCA memiliki program leadership management yang memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan karier profesionalnya, sehingga akan berdampak juga pada peningkatan kinerja mereka. Walau tak bersedia menyebutkan secara gamblang standar gaji untuk karyawan fresh graduate, manajer, dan direksi di BCA, Lena menegaskan BCA menggunakan benchmarking dari salary survey untuk menyesuaikan standar gaji karyawan. “Kami juga menerapkan reward dan punishment berdasarkan pencapaian kinerja karyawan,” ungkap Lena. HOUTMAND P. SARAGIH

------------ --

Status : PMDN

Sektor usaha : Bank

Jumlah karyawan: 21.033 (2004)

Peringkat 2005 : 10

------------ --
Peringkat 4: PT Pertamina
Sekali Masuk Tak Ingin Keluar

Tak pernah terlempar dari 10 besar. Pertamina menjanjikan kemapanan hidup.

Lima tahun lalu, Heri (35 tahun) meninggalkan perusahaan sekuritas untuk bekerja di Pertamina. Ayah dua anak itu tak pernah menyesali keputusannya. Ia justru merasa sangat beruntung. Bagaimana tidak, baru masuk saja gajinya lima kali lipat dari yang ia terima di perusahaan sebelumnya. Kini, dengan posisi supervisor, ia telah memiliki rumah dan mobil. “Walaupun hanya Xenia,” canda karyawan Pertamina Surabaya itu.

Lain lagi dengan Heni (27 tahun). Mantan karyawati di bank pelat merah itu merasa nyaman dengan pekerjaannya sekarang sebagai staf akuntansi di Pertamina. Meski baru setahun, ia mengaku tak akan mau berpaling ke “lain hati” lagi. Dengan gaji di atas Rp5 juta, biaya pengobatan gratis, plus fasilitas-fasilitas lain, wanita yang masih lajang itu merasa semua impiannya tentang perusahaan ideal telah terpenuhi.

Hasil survei Warta Ekonomi ikut mendukung pernyataan Heri dan Heni. Sebanyak 22,16% responden memang memilih Pertamina karena alasan gaji. Namun, alasan terbesar justru karena perusahaan negara ini dianggap mapan (33,74%). Sementara itu, faktor fasilitas hanya menempati urutan ke-3 (15,57%).

Sebenarnya perusahaan yang telah berganti logo ini turun peringkatnya dari posisi ke-2 tahun lalu ke posisi ke-4. Namun, dari lima tahun survei Warta Ekonomi, Pertamina merupakan satu dari tiga perusahaan yang tak pernah keluar dari 10 besar. Ini menunjukkan besarnya kepercayaan responden kepada perusahaan yang sekarang dikomandoi Arie H. Soemarno ini.

Melihat ke belakang, tahun 1957 merupakan tonggak kelahiran Pertamina. Awalnya Pertamina hanya memiliki wewenang sebatas mengawasi eksplorasi minyak oleh PMA. Kemudian wewenangnya meningkat, yakni mengatur proses distribusi minyak ke seluruh Indonesia. Kini bisnis minyak Pertamina telah menggurita dari hulu hingga ke hilir.

Di industri hulu, usahanya meliputi eksplorasi dan produksi minyak, gas, dan panas bumi. Eksplorasi minyak Pertamina terpusat di tujuh daerah, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam - Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Papua. Sementara eksplorasi panas bumi berada di tiga area, yaitu Sibayak di Sumatera Utara, Kamojang di Jawa Barat, dan Lahendong di Sulawesi Utara. Usaha hilir Pertamina meliputi pengolahan, pemasaran, perniagaan, pengapalan, dan distribusi minyak.

Pertamina juga memiliki sejumlah anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha. Beberapa di antaranya, PT Elnusa (minyak dan gas bumi), PT Patra Jasa (perhotelan dan properti), PT Pelita Air Service (jasa transportasi udara), dan PT Tugu Pratama Indonesia (asuransi). PRAYOGO P. HARTO

------------ ----

Status : BUMN

Sektor usaha : Pertambangan minyak

Jumlah karyawan : 26 ribu

Peringkat 2005 : 2

------------ ----
Peringkat 5: PT Bank Mandiri Tbk.
Yang Penting Bergengsi

Bisa bekerja di bank sebesar Bank Mandiri merupakan kebanggaan tersendiri. Apalagi karyawan diberi peluang dan insentif mengembangkan diri di sana.

Banyak orang bercita-cita untuk bekerja di perusahaan BUMN. Persoalannya sederhana, mereka percaya apabila bekerja di BUMN hidup mereka akan lebih terjamin. Soal kesejahteraan, juga jelas tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, ada kebanggaan tersendiri (prestige) bisa bekerja di BUMN.

Salah satu BUMN yang menjadi idaman sebagai tempat bekerja adalah Bank Mandiri. Hasil survei Warta Ekonomi terhadap 1.000 karyawan se-Jabotabek menunjukkan 3,2% responden memilih Bank Mandiri sebagai perusahaan idaman atau duduk di peringkat ke-5. Ini naik tiga tingkat dari peringkat ke-8 tahun lalu.

Sebanyak 31,63% dari responden yang memilih Bank Mandiri itu beralasan Bank Mandiri adalah perusahaan besar. Tentu saja ini tak bisa disangkal. Bank Mandiri adalah pemilik aset terbesar di industri perbankan nasional, yakni Rp263,38 triliun. Meskipun bank pelat merah ini masih berkutat dengan persoalan kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) yang masih cukup tinggi, sebesar 24,9% pada semester I 2006.

Bank Mandiri juga dianggap bisa memberikan kesejahteraan bagi para karyawannya. Ada 27,11% dari responden yang memilih Bank Mandiri menyatakan alasan tersebut.

I Nengah Rentaya, senior vice-president human capital group Bank Mandiri, menjelaskan tingkat kesejahteraan karyawan Bank Mandiri sudah sesuai dengan standar industri. “Perusahaan memberikan kompensasi dan benefit yang baik kepada karyawan, mulai dari level fresh graduate hingga level manajerial, sesuai dengan pasar,” ujarnya.

Akan tetapi, jika ingin dibayar lebih, harus ada prestasi. Bank Mandiri berprinsip pay-for-performance atau kasarnya dibayar sesuai prestasi. Sistem kompensasi dan benefit dapat disesuaikan bagi karyawan yang berkinerja di atas rata-rata dan berpotensi tinggi. Hal tersebut dilakukan guna menjaga iklim kompetisi karyawan serta mendorong motivasi kerja, loyalitas, dan komitmen karyawan.

Selain itu, 25,95% dari responden yang memilih Bank Mandiri melihat ada jenjang karier yang jelas jika bekerja di Bank Mandiri. Hal tersebut diamini oleh Rentaya. Melalui sistem talent management dan leadership development, Bank Mandiri memberi peluang bagi setiap karyawannya untuk mengembangkan diri. “Sistem ini terfokus pada pengembangan kompetensi,” tutur Rentaya. Harapannya, tentu saja terjadi peningkatan produktivitas. HOUTMAND P. SARAGIH

-----------

Status : BUMN

Sektor usaha : Bank

Jumlah karyawan: 21.192

Peringkat 2005 : 8

-----------
Peringkat 6: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom)
Gajinya Menggiurkan

Gaji besar, perusahaan besar, dan jenjang karier jelas adalah tiga alasan utama BUMN telekomunikasi ini menjadi incaran para karyawan.

Gaji direksi Telkom mencapai Rp108 juta per bulan! Angka ini jelas menggiurkan. Tak salah anggapan banyak orang bahwa gaji di BUMN telekomunikasi ini pasti besar. Hal itu pula yang membuat perusahaan yang berdiri sejak 1882 ini menjadi idaman para karyawan sebagai tempat bekerja.

Sejak tahun 2001 Telkom selalu masuk dalam daftar peringkat atas perusahaan idaman karyawan dalam riset Warta Ekonomi. Demikian juga tahun ini. Hasil riset Warta Ekonomi pada 2006 menunjukkan 3% dari 1.000 responden mengidamkan bekerja di Telkom. Dari angka tersebut, 48,44% menyebutkan alasan karena penghasilan di Telkom tinggi, 24,54% karena Telkom merupakan perusahaan besar, dan 13,84% karena jenjang karier di perusahaan pelat merah ini jelas.

Nanang Harjendra, asisten manajer analis bisnis PT Telkom Tbk., menuturkan penghasilan yang ia terima memang lebih besar dibandingkan di perusahaan lain yang sejenis. “Tidak terlalu tinggi, tetapi memang lebih tinggi sedikit,” ujar pria yang telah berkarier selama 10 tahun di Telkom itu. Dari sisi kesejahteraan pun, menurut dia, Telkom lebih unggul. “Sesakit dan separah apa pun kondisi kesehatan kita, tetap ditanggung seluruhnya oleh perusahaan. Berbeda dengan di tempat lain yang ada limitnya.”

Mengenai jenjang karier, pria berusia 34 tahun itu mengungkapkan bahwa di Telkom juga sangat menjanjikan. Ia mencontohkan salah satu rekan seangkatannya yang dalam 10 tahun telah berhasil menjadi vice-president.

Secara performa, perusahaan yang sahamnya terdaftar di New York Stock Exchange, London Stock Exchange, dan Tokyo Stock Exchange ini memang menghasilkan keuntungan yang besar. Pada semester I 2006, Telkom berhasil membukukan laba bersih Rp5,8 triliun atau naik 53% dibanding laba bersih pada periode yang sama tahun 2005. Telkom pun mematok target tinggi pada tahun 2010, yaitu memperoleh kapitalisasi pasar senilai US$30 miliar.

Tahun ini Telkom juga telah meraih beberapa prestasi bergengsi, baik di tingkat nasional maupun global. Salah satunya adalah keberhasilan Telkom duduk di peringkat ke-12 dalam deretan perusahaan teknologi informasi (TI) terbaik di dunia versi majalah BusinessWeek. Pemeringkatan itu berdasarkan kinerja perusahaan-perusaha an TI di dunia sesuai laporan keuangannya. Telkom berhasil mengungguli perusahaan TI ternama di dunia seperti Google, Accenture, dan juga Dell. EVI RATNASARI

------------ ---

Status : BUMN

Sektor usaha : Telekomunikasi

Jumlah karyawan : 32 ribu

Peringkat 2005 : 4

------------ ---
Peringkat 7: PT Chevron Pacific Indonesia
Diuntungkan Kenaikan Harga Minyak

Chevron masih setia menempel Pertamina. Gaji dan citra perusahaan besar jadi andalannya.

Dibanding tahun lalu, memang posisi perusahaan yang dulu bernama PT Caltex Pacific Indonesia ini turun dua peringkat. Namun, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak yang tetap setia bersaing dengan Pertamina.

Tak ada perubahan alasan responden memilih perusahaan minyak asal San Ramon, California, Amerika Serikat, ini. Sebanyak 33,12% responden masih memilihnya karena iming-iming gaji yang menggiurkan. Selain itu, citra sebagai perusahaan besar (32,47%) dan karier (11,69%) tetap menjadi alasan responden terpikat pada perusahaan yang baru saja mengakuisisi Unocal ini.

Alasan responden tak keliru. Menurut sumber Warta Ekonomi, gaji di Chevron tergolong yang tertinggi dibandingkan perusahaan sejenis. Bagi mereka yang baru lulus kuliah tanpa pengalaman, Chevron menawarkan gaji Rp7-11 juta. Karyawan juga dimanja dengan fasilitas tempat tinggal dan mobil. Keuntungan lain, bonus berdasarkan kinerja karyawan dan keuntungan perusahaan, gratis biaya pengobatan, dan uang pensiun. Hanya saja, karyawan harus siap tinggal di daerah terpencil yang jauh dari gemerlapnya kota.

Di samping itu, mergernya dengan Texaco (2001) dan kiprahnya mengakuisisi Unocal (2005) menjadikan Chevron salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia. Pada 2005 saja produksi minyak Chevron mencapai 2,5 juta barel per hari.

Di Indonesia, Chevron awalnya bernama PT Caltex Pacific Indonesia. Akhir 2005, perusahaan minyak tersebut resmi berganti nama menjadi PT Chevron Pacific Indonesia. Perusahaan yang telah 80 tahun beroperasi di Indonesia ini sempat memproduksi 1 juta barel minyak per hari. Kini, dari operasinya di Provinsi Riau melalui empat wilayah inti: Rumbai, Minas, Duri, dan Dumai, produksi minyak Chevron 450 ribu barel per hari.

Kenaikan harga minyak juga ikut mendongkrak citra Chevron sebagai perusahaan idaman. Saat ini harga minyak stabil di kisaran US$60-70 per barel. Namun, harga diperkirakan akan menembus US$100 per barel dalam 2-3 tahun ke depan. Sementara biaya produksi minyak mentah hanya US$8 per barel. Bisa dibayangkan keuntungan Chevron Indonesia yang memproduksi minyak mentah sebanyak 450 ribu barel per hari. Artinya, besar kemungkinan gaji maupun bonus karyawan meningkat signifikan.

Sementara itu, bagi karyawan yang mendambakan karier go international, bekerja di Chevron juga sangat menjanjikan. Perusahaan yang berdiri pada 1879 ini memiliki perwakilan di 180 negara di empat benua: Afrika, Asia, Amerika, dan Eropa. PRAYOGO P. HARTO

------------ ------

Status : PMA

Sektor usaha : Pertambangan minyak

Jumlah karyawan : 53 ribu (seluruh dunia)

Peringkat 2005 : 5

------------ ------
Peringkat 8: PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
Perusahaan Untung, Karyawan pun Untung

Seiring perolehan keuntungan dan pertumbuhan Telkomsel, karyawannya juga memperoleh apresiasi. Penghasilan mereka lebih tinggi dibanding perusahaan lain.

Awalnya Nirwan Lesmana tak banyak tahu mengenai Telkomsel ketika mulai bekerja di perusahaan ini pada 1997. Maklum, saat itu industri telekomunikasi memang belum booming. Telkomsel sendiri baru mulai beroperasi pada 1995. Kini, pria berusia 36 tahun itu tak menyangka jika Telkomsel bisa besar dan menjadi operator selular nomor satu di Indonesia.

Seiring dengan berkembangnya Telkomsel, karier alumnus Universitas Padjadjaran itu juga melaju. Dari hanya sebagai staf biasa, dalam waktu sembilan tahun Nirwan berhasil mencapai posisi general manager marketing. Ia juga emoh pindah ke “lain hati”, meskipun ada beberapa perusahaan sejenis yang menawarkan posisi lebih tinggi kepadanya.

Mengapa pria asli Bandung itu betah di Telkomsel? Pertama, menurut dia, Telkomsel masih akan tumbuh, sehingga tantangan dan jenjang karier di perusahaan ini masih menjanjikan. Kedua, ada apresiasi terhadap karyawan seiring perolehan keuntungan dan pertumbuhan perusahaan. Di Telkomsel selalu ada evaluasi per kuartal. Jika perusahaan mengalami pertumbuhan, maka karyawan akan mendapatkan bonus sesuai prestasi dan unit bisnisnya. “Istilahnya, perusahaan untung, karyawan pun untung,” ujarnya.

Alasan itu jugalah yang menobatkan Telkomsel menjadi salah satu dari 10 perusahaan idaman karyawan tahun 2006. Berdasarkan riset Warta Ekonomi terhadap 1.000 orang karyawan, Telkomsel meraih 2,3% suara responden. Dari angka tersebut, 40,17% responden beralasan karena penghasilan di Telkomsel tinggi, 26,49% karena Telkomsel adalah perusahaan besar, dan 11,11% menyebut jenjang karier di Telkomsel menjanjikan.

Menurut Erik Meijer, vice-president marketing dan CRM Telkomsel, ada beberapa daya tarik Telkomsel sebagai tempat bekerja. Pertama, perusahaan ini banyak meraih prestasi. Tahun ini saja Telkomsel berhasil mengantongi tujuh penghargaan. “Itu semua membuat Telkomsel banyak dikenal orang,” ujarnya.

Kedua, kinerja perusahaan ini cukup fantastis. Jumlah pelanggannya terus meningkat. Semester I 2006, jumlah pelanggannya naik 6,5 juta dari posisi akhir 2005 yang 24 juta. Pendapatannya selama semester I 2006 juga meningkat 47% dibanding periode yang sama tahun lalu, dari Rp6,408 triliun naik menjadi Rp9,442 trili¬un.

“Setiap sukses yang diraih dibagi juga dengan karyawan sebagai bentuk apresiasi perusahaan,” papar Erik. Maka, penghasilan karyawan Telkomsel bisa lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata di industrinya. “Bahkan, juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan di industri lain,” cetus Erik. EVI RATNASARI

------------ --

Status : PMDN

Sektor usaha : Telekomunikasi

Jumlah karyawan: 3.391

Peringkat 2005 : 9

------------ --
Peringkat 9: Citibank Indonesia
Anut Prinsip Meritocracy

Kebesaran Citibank membuat banyak karyawan menginginkan bekerja di sana. Penghargaan dan pelatihan karyawan pun rutin diberikan.

Sebagai salah satu bank terbesar di dunia, tak salah jika Citibank, NA termasuk perusahaan yang diidamkan sebagai tempat bekerja oleh sebagian besar pekerja di seluruh dunia, juga di Indonesia. Hasil survei Warta Ekonomi mengungkapkan Citibank berada di peringkat ke-9 sebagai perusahaan idaman tempat bekerja.

Alasan sebagian besar responden memilih Citibank adalah karena Citibank merupakan perusahaan besar (24,7%). Sisanya, responden beralasan Citibank memberikan pendapatan lebih besar kepada karyawannya (21,24%), menaikkan gengsi dan perusahaannya bonafide (17,7%).

Citibank, yang berdiri sejak tahun 1812, memang termasuk bank terbesar di dunia. Bank yang berbasis di AS ini beroperasi di lebih dari 50 negara di dunia. Lebih dari setengah dari 1.400 kantornya berada di AS.

Ishak Kurniawan, direktur HRD Citibank, NA, dapat menerima alasan Citibank adalah perusahaan besar sehingga pantas menjadi perusahaan idaman. Namun, ia tidak sependapat dengan alasan yang menyebutkan penghasilan di Citibank lebih besar. “Sebab, kami memberikan gaji sesuai dengan pasar industri perbankan nasional. Jadi, juga tidak tinggi-tinggi amat,” ujarnya.

Menurut Ishak, Citibank menganut prinsip dasar meritocracy, yaitu penghargaan hanya diberikan bagi mereka yang berprestasi. Penghargaan itu tidak melulu berupa uang, tetapi lebih berupa pengakuan. Misalnya, pengumuman lewat e-mail dan pemberian vocer makan di restoran. “Hal-hal kecil, tetapi yang membuat orang merasa dihargai,” ujar Ishak.

Pada sisi lain, Ishak mengungkapkan Citibank juga selalu mengadakan pelatihan bagi semua karyawannya. Pelatihan tersebut berupa fasilitas training dengan mendatangkan rekan senior Citibank dari luar negeri atau mengirim karyawan ke luar negeri untuk on the job training. “Jadi, karyawan setiap hari tertantang untuk belajar hal-hal baru,” katanya. Selain itu, ada juga program beasiswa sekolah S2 atau S3 di Universitas Prasetya Mulya Business School.

Dengan pelatihan itu, ujar Ishak, manajemen Citibank tak gentar apabila ada karyawannya yang mengundurkan diri. Sebab, Citibank sudah mempersiapkan kader-kader yang siap mengisi posisi-posisi kosong sehingga operasional bank tetap berjalan normal. “Manajemen kami sudah terbiasa dengan pengunduran diri yang terjadi di hampir semua level,” ungkapnya. IMAN HENDARTO

------------ --------- -

Status : PMA

Sektor usaha : Bank

Jumlah karyawan : 270.000 (global) dan 5.000 ( Indonesia)

Peringkat 2005 : 14

------------ --------- -
Peringkat 10: PT IBM Indonesia
Tak Hanya Berupa Gaji

Di IBM, karyawan banyak memperoleh fasilitas pengembangan diri. Itu penting untuk memelihara komitmen mereka.

Dengan memiliki lebih dari 330.000 pegawai di lebih dari 170 negara, International Business Machines Corporation (IBM) mengu¬kuhkan diri sebagai salah satu perusahaan teknologi informasi terbesar di dunia. Resmi berdiri pada 15 Juni 1911, IBM memiliki pendapatan US$96 miliar (2004). Perusahaan yang berkantor pusat di Armonk, New York , AS, ini memproduksi dan menjual perangkat keras komputer, perangkat lunak, dan jasa.

Oleh karena kebesarannya itu pula IBM masuk dalam 10 besar perusahaan yang paling diidamkan karyawan sebagai tempat bekerja dalam survei Warta Ekonomi terhadap 1.000 responden. Sebanyak 16,39% responden yang memilih IBM beralasan memilih IBM karena nama besarnya. Selain itu, 12% responden yang memilih IBM menganggap berkarier di IBM sangat menjanjikan bagi masa depan mereka, terutama kesempatan untuk bekerja di luar negeri. Namun, alasan terbanyak adalah karena penghasilan di IBM lebih besar (27,59%).

Akan tetapi, Audrey Wardana, country manager human resources PT IBM Indonesia, menuturkan faktor penghasilan bukanlah hal yang ditonjolkan IBM dalam memelihara komitmen karyawan. “Menurut data survei pihak ketiga, gaji yang kami berikan sangat kompetitif dibanding perusahaan sejenis lainnya,” ungkapnya.

Dalam memelihara komitmen karyawannya, IBM lebih memilih memfasilitasi mereka agar berkembang. Di antaranya melalui pemberian program Professional Development yang merupakan fasilitas intranet yang dapat dipakai setiap waktu oleh seluruh karyawan, seperti e-Learning Program, Global Campus, Updated Professional/ Technical Training, dan Management Development.

IBM juga memberikan program Working at Home yang memfasilitasi setiap karyawan apabila ingin bekerja dari rumahnya dengan penyediaan perangkat dan infrastruktur teknologi informasi pendukungnya. Ada juga pemberian program Compressed Working Day untuk karyawan yang ingin jam kerjanya lebih sedikit, misalnya 20 jam per minggu, karena sedang mengikuti pendidikan S2/S3 atau sedang mengalami masalah keluarga. “IBM menyadari bahwa karyawan harus memiliki work life balance,” papar Audrey.

Bagi IBM, penghargaan (reward) untuk karyawan yang berprestasi juga tidak selalu harus berupa uang. “Terkadang mereka juga butuh pengakuan,” ujar Audrey. Di antaranya, IBM selalu mengumumkan karyawan yang berprestasi, seperti berhasil dalam sebuah proyek, melalui pengeras suara yang terdengar ke seluruh kantor. IMAN HENDARTO

------------ ---

Status : PMA

Sektor usaha : Teknologi informasi

Jumlah karyawan : 330.000 (dunia)

Peringkat 2005 : 15

------------ --- 
Sumber: http://hengelbert.multiply.com
Read more!
lintasberita

Pertanian Organik di Jepang

Jepang dikenal sebagai negara paling maju di Asia. Namun tahukah anda, bahwa pertanian disana ternyata masih kuat nuansa ‘tradisional’nya? Bagaimana itu? Mari kita simak selengkapnya!

Begitu kita berada di luar Tokyo, terjadilah anomali. Ini terjadi karena ternyata Negeri matahari terbit ini juga merupakan negeri para petani lokal/kecil. Di Fukuoka, kota terbesar nomor tujuh di Jepang, ladang padi yang damai terselip diantara rumah dan candi, dalam bayang-bayang pencakar langit yang hanya berjarak 10 mil.

Di iklim yang sangat kondusif ini, pertanian keluarga menanam buat dan sayuran dalam siklus tahunan, untuk memproduksi bahan pangan bagi kota berpenduduk 1,3 juta ini. Di daerah suburban, dimana pertanian lokal jauh lebih banyak, konsumen sering mendapatkan sayuran yang baru dipetik tadi pagi untuk makan malam. Di supermarket pada jantung kota Fukuoka, adalah umum untuk mendapatkan sayuran yang dipanen sehari sebelumnya.

Hasil pertanian segar

Jika anda menggigit tomat atau stroberi disini, maka efek dari kesegarannya akan segera terasa. Mereka sangat penuh cita rasa, sehingga tidak perlu dipersiapkan lebih lanjut lagi. Bahkan anak-anak menyukai sayuran, termasuk juga yang dianggap tidak enak seperti bayam atau kacang-kacangan.

Jepang memiliki istilah untuk hasrat terhadap makanan lokal dan segar: chisan, chishou, yang berarti, ‘produksi lokal, dan konsumsi lokal’.

Preservasi chisan-chisou pada salah satu negara yang paling terurbanisasi di dunia merupakan teladan yang baik, bahwa di negara lain yang terurbanisasi hal ini juga dapat diterapkan.

Dengan perkecualian Hokkaido, pulau Jepang yang paling utara dan paling rural, sebagian besar pertanian di Jepang adalah operasi skala kecil yang dijalankan oleh beberapa anggota keluarga. Hasilnya tidak hanya pada kesegaran makanan lokal, namun juga dedikasi untuk terhadap produk. Anggur dan peach, diantara buah lain, mereka lindungi dengan pelindung, sewaktu masih tumbuh, untuk melindungi mereka dari serangga dan gangguan lain. Tanah pun dipetakkan dengan baik, sehingga sayuran akan tumbuh dari dalam beberapa kaki. Dengan bantuan dari rumah kaca, hal ini membantu pasokan tanaman dari musim semi, panas, gugur, dan dingin. Sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh tangan. Petani Jepang memproduksi semangka kotak, dari trik bonsai dengan membentuk semangka menjadi kubus sewaktu ia tumbuh, sehingga ia dapat dimasukkan kedalam kulkas. Ini menunjukkan dedikasi mereka terhadap pertanian.

Bantuan Pemerintah

Dalam era modern ini, generasi muda sudah mulai tidak tertarik atau mengapresiasi pertanian chisan chishou. Namun, pemerintah Jepang tidak tinggal diam. Mereka memberikan insentif-insentif, untuk mengakselerasi pertanian lokal. Di 20 tahun terakhir ini, pemerintah telah memfasilitasi pertanian lokal untuk memasuki pasar. Menjual tanah pertanian kepada kepentingan komersial, akan dipajaki sangat tinggi oleh pemerintah, sementara memberikan tanah tersebut ke anak untuk pertanian hanya dipajaki sangat minim. Pusat pertanian juga mengundang anak-anak sekolah untuk menanam dan memanen, untuk meningkatkan minat mereka. Pertanian kadang menjadi bagian dari kurikulum sekolah.

Minoru Yoshino dari Pusat Penelitian Pertanian Fukuoka menjabarkan peran pemerintah pada chisan-chishou dalam tiga hal. Makanan lokal yang segar adalah lebih sehat, dan rasa yang nikmat akan meningkatkan konsumsi sayuran. Sementara, pertanian lokal adalah lebih baik bagi kelestarian lingkungan, karena hanya memerlukan air dan pestisida lebih sedikit.

Diterjemahkan secara bebas dari http://www.livescience.com/health/060905_bad_farming.html

Sumber foto: http://genkijacs.com/images/
Read more!
lintasberita

Usaha Ternak Ayam Potong

Daging ayam merupakan daging favorit di negara kita. Hampir 100% orang Indonesia suka makan daging ayam, maka dari itu merupakan peluang yang sangat bagus berbisnis ternak ayam potong. Dulu pada waktu flu burung melanda dunia, bisnis ini menjadi hancur. Sebab tidak ada yang berani makan daging ayam, sehingga banyak para peternak yang gulung tikar. Sekarang berhubung issu flu burung sudah tidak ada, kesempatan memulai bisnis ini menjadi bagus. Saatnya sekarang ini untuk memulai mumpung masi banyak kandang-kandang bekas yang sudah tidak dipakai oleh pemiliknya untuk dibeli dengan harga murah dibandingkan dengan membuat kandang baru yang tentu lebih mahal. Usaha ini biasanya dilakukan dengan sistem kerja sama dengan peternak pembibitan ayam potong. Sehingga anda tidak perlu repot-repot menyadiakan bibit, pakan dan obat-obatan, karena semua telah disiapkan oleh peternak pembibitan tadi. Dengan sistem kerja sama ini anda hanya menyiapkan kandang beserta alat-alat untuk pemeliharaan ayam potong dengan sistem bagi hasil 50%.
kandang_1.jpg
Dalam usaha pertanian, perkabunan, peternakan pokoknya agribisnis kita memiliki kemudahan, sebab banyak orang-orang yang ahli di bidang ini terutama di desa-desa. Sehingga tidak ada kesulitan dalam mencari pekerja yang ahli, dengan demikian kelancaran bisnis ini bisa dijamin. Namun kendala yang biasanya dialami pada usaha agribisnis adalah pekerja yang nakal dan tidak jujur. Tapi hal ini jarang terjadi sebab orang-orang desa kebanyakan jujur-jujur walaupun ada yang nakal tapi sedikit. Namun harus pandai-pandai memilih pekerja yang jujur, jujur apa tidaknya pekerja dapat diketahui dengan sistem penghitungan jumlah pakan yang dihabiskan berbanding jumlah hewan ternak, dengan perhitungan tadi dapat pula diketahui berat ternak tanpa harus menimbangnya.

Langkah-langkah yang dibutuhkan

Mencari lokasi yang tanahnya kering (bukan daerah persawahan) untuk menempatkan kandang dengan tujuan agar kandang tidak cepat rusak terutama kandang yang tiang-tiangnya terbuat dari bambu akan cepat rusak jika lokasi terletak pada tanah basah (karena kandang dari tiang bambu murah), namun jika tiang-tiang kandang terbuat dari kayu kelapa tidak masalah dibuat di atas tanah basah karena memakai penyangga beton (kandang bertiang kayu kelapa lebih mahal).

Usahakan mencari kandang bekas untuk dibeli, sebab berarti pernah dipakai sehingga sudah diperhitungkan oleh pemilik sebelumnya bahwa lokasi kandang bagus. Perlu diketahui apa penyebab kandang bekas tadi berhenti dipakai untuk penanggulangan, tapi biasanya para peternak ayam potong yang menutup usahanya kebanyakan disebabkan oleh kasus flu burung. Jika ini penyebabnya maka kandang bekas tersebut baik untuk digunakan sebab kasus flu burung sudah reda (sudah tidak ada).

Jika tidak menemukan kandang bekas, buatlah kandang untuk ukuran isi 4000 ekor ayam. Biasanya sudah ada tukang ahli dalam pembuatan kandang yang menawarkan jasa pembuatan kandang lengkap dengan peralatan tempat pakan, penghangat, tempat air minum, dll.

Temui peternak pembibitan ayam potong untuk diajak kerja sama dengan sistem bagi hasil. Dengan sistem ini akan mempermudah dalam pengadaan semua yang dibutuhkan karena peternak pembibitan biasanya menyediakan kebutuhan-kebutuhan ternak yang lengkap dan tidak perlu repot-repot dalam pemasarannya karena biasanya mereka yang beli kembali hasil panen kemudian dihitung jumlah kebutuhan yang telah dihabiskan baru setelah itu keuntungan dibagi. untuk ukuran kandang isi 4000 ekor diisi dengan 3700 ekor agar kandang menjadi lega.

Mencari pekerja yang bertugas mengurus pakan dan minuman ternak dan memelihara sesuai dengan cara yang benar dengan upah yang sesuai, untuk 3700 ekor ayam dibutuhkan 2 orang pekerja (setiap satu orang diupah Rp600.000,-). Kemudian usahakan untuk selalu datang mengontrol setiap hari walaupun hanya sebentar setiap sore pada waktu ternak diberi pakan.

Proses kerja usaha ini

Sehari sebelum bibit ayam didatangkan kandang harus dipersiapkan, letakkan terpal pada seluruh lantai kemudian sebarkan gabah padi di atasnya dan siapkan pula terpal atau sambungan karung-karung untuk menutup rapat dinding kandang. Ini bertujuan agar kandang tetap hangat. Kemudian siapkan 40 karung pakan (setiap pengiriman pakan 40 karung, total pakan yang dihabiskan 260 karung per karung seberat 50kg).

Pada hari bibit ayam didatangkan siapkan triplek sebagai sekat yang dibuat melingkar dengan ketinggian 60cm berdiameter 4 meter, sekat dengan diameter tersebut untuk menampung sekitar 600 ekor bibit ayam. Jadi untuk 3700 ekor ayam diperlukan enam lingkaran skat.

Letakkan sebuah kompor penghangat (kompor khusus untuk penghangat ayam) di tengah-tengah setiap lingkaran skat, kemudian letakkan 15 tempat pakan (talam berdimeter 50cm) dan 8 unit tempat air minum di setiap skat.

Beri pakan dan air minum setiap pagi dan sore, setiap sore air dicampur dengan obat anti stress (disediakan oleh bos bibit). Setelah 4 atau 5 hari ternak diberi vaksin Ende dengan cara diteteskan pada mata ternak. Kemudian tempat pakan (talam) diganti dengan tempat pakan khusus ayam yang ditaruh dengan menggantungkannya setinggi 2cm dari lantai kandang dan terpal penutup dinding dibuka bagian atasnya. Sekat diperbesar sesuai dengan kepadatan ternak yang semakin besar.

Pada hari ke12 diberikan vaksin Rumboru yang dicampurkan pada susu skin (susu untuk pertumbuhan bulu ayam), kemudian alas kandang (terpal dan gabah) dibongkar dan alat penghangat berhenti dipakai, kemudian lingkaran skat dan terpal penutup dinding dibuka. Kandang dibersihkan jika musim panas cukup sekali saja dibersihkan, namun jika musim hujan maka kandang harus dibersihkan setiap seminggu setelah hari ke12. Skat diganti dengan skat ruang kandang dengan bambu yang di buat di setiap jarak 10 meter diberi jarak 2 cm antara bambu-bambu skat, setiap sekat tetap berisi 600 ekor ayam, kemudian tempat pakan ditambah menjadi 26 unit dan digantungkan lebih tinggi dari permukaan lantai kandang menjadi 6 cm.

Pada hari ke18 ternak diberikan vaksin Ende yang dicampurkan pada susu skin, setiap pemberian vaksin dilakukan pada waktu sore. Kemudian seminggu sebelum panen yakni di hari ke 28, obat anti stress berhenti diberikan.

Segala sesuatunya mulai dari jumlah pakan, obat anti stress, vaksin, semua dihitung dan dicatat untuk dijadikan data yang akan dicocokkan dengan data peternak bibit (boss yang mensuplai segala kebutuhan tadi) agar penghitungan bagi hasil menjadi benar. Begitu pula pada waktu panen semua ternak yang dikeluarkan untuk dijual harus ditimbang dan dicatat untuk dijadikan data. Adapun ayam yang afkir dipisah penimbangan dan pendataannya, sebab harganya lebih murah dari yang normal, jika yang normal berharga Rp14.000,- per kg maka yang afkir berharga Rp10.000,-.

Panen biasanya dilakukan 6 kali selama satu tahun. Setelah panen kandang dibiarkan selama tiga hari menunggu sampai kotoran ternak kering baru setelah itu dibersihkan dan kotoran dikumpulkan dalam karung-karung bekas pakan dapat dijual seharga Rp2000,- kepada petani untuk dijadikan pupuk, dalam sekali panen bisa menghasilkan 150 karung kotoran. Begitu pula dengan karung bekas pakan dapat dijual seharga Rp2000,-. Hasil penjualan kotoran dan karung bekas dapat menutupi ongkos air PDAM dan listrik dan minyak tanah bahan bakar penghangat kandang.

Jumlah biaya yang dihabiskan dan keuntungan yang dihasilkan.

Sewa tanah beserta kandang yang dapat menampung 4000 ekor ayam Rp15.000.000,- per tahun.

Biaya gaji 2 orang pekerja Rp600.000,- per orang per sekali panen Rp1.200.000,- .

Biaya bibit per kardus isi 100 ekor Rp370.000,- total harga 37 kardus berisi 3700 ekor bibit ayam Rp13.690.000,-(dibayar setelah panen).

Biaya pakan per kwintal Rp265.000,- pakan yang dihabiskan sekali panen adalah 130 kwintal seharga Rp265,000,- kali 130 kwintal sama dengan Rp34.450.000,-.(dibayar setelah panen)

Biaya 20 bungkus obat anti stress yang dihabiskan selama sekali panen adalah Rp240.000,-(dibayar setelah panen).

Biaya 24 botol vaksin selama sekali panen Rp360.000,- (dibayar setelah panen).

Dari 3700 ekor bibit biasanya dapat dipanen 3500 ekor per ekor rata-rata memiliki berat 1,5kg, maka hasil penjualan sekali panen Rp14.000,- dikali 5250kg (berat 3500 ekor ayam) sama dengan Rp73.500.000,-.

Keuntungan yang didapat adalah : hasil penjualan Rp73.500.000,- dikurangi jumlah total biaya pakan, bibit, obat anti stress, vaksin Rp48.740.000,- sama dengan Rp24.760.000,-.

Karena sistem kerja bagi hasil dengan penyuplai bibit dan kebutuhan 50%-50%, maka keuntungan yang didapat dibagi dua menjadi Rp12.380.000,- per sekali panen.

Modal yang harus disiapkan pada awalnya adalah untuk pembiayaan kandang. Jika menyewa kandang orang maka cukup Rp15.000.000,-.

Jika menyewa tanah 10 tahun dan membikin kandang sendiri untuk isi 4000 ekor maka jumlah modal yang harus disiapkan uang sewa tanah Rp10.000.000,- plus biaya kandang Rp60.000.000,- sama dengan Rp70.000.000,-.

Pemasaran

Untuk pemasaran hasil panen karena memakai sistem kerja sama maka sudah diurus oleh klien pembibitan sehingga kita tidak perlu memikirkan pemasaran.

Penutup

Sungguh mengherankan jika melihat fakta bahwa masi banyak penduduk negeri ini yang hidup di bawah garis kemiskinan. Padahal negara kita memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Mungkin karena sangat jarang yang memanfaatkan kekayaan alam kita, termasuk pemerintah yang tidak memperdulikan rakyatnya yang didesa yang membutuhkan modal untuk mengelola kekayaan alam mereka. Semoga pembaca terbuka fikirannya sehingga tertarik untuk memaksimalkan pemanfaatan kekayaan alam kita.



Wassalamualaikum

Muaz Tsabit.



Referensi : Syafiq Manshur (peternak ayam potong)
Read more!
lintasberita

Usaha Ternak Penggemukan Kambing Jawa untuk Hari Raya Kurban Iedul Ad’ha

Masyarakat di negara kita ini kebanyakan adalah masyarakat petani dan peternak, namun kebanyakan dari mereka tidak memiliki pengetahuan tentang bisnis peternakan dan pertanian. Ini adalah peluang bagi kita yang tertarik di bisnis peternakan, karena kita memiliki banyak tenaga ahli di desa-desa yang dapat kita manfaatkan dengan mengajak mereka bekerja sama dengan kita sebagai pemodal dan mereka sebagai pekerja dan penyedia lahan. dengan demikian kita sebagai pengusaha diuntungkan dengan pengiritan modal lahan. begitu pula para pekerja yang merupakan penduduk desa yang ahli dalam peternakan kambing tapi tidak memiliki modal diuntungkan oleh kita para pengusaha yang menyediakan modal untuk mereka dalam bentuk kerja sama, sehingga pihak pengusaha dan peternak sama-sama diuntungkan.
kandang_kambing_1.jpg

Langkah-langkah yang dibutuhkan

Mulailah usaha ternak kambing kurban iedulad’ha ini yaitu 5 bulan sebelum iedulad’ha tersebut. Sebulan pertama untuk menyiapkan kandang-kandang dan pembelian kambing umur 10 bulan untuk digemukan, sehingga pada saat hari raya tiba kambing tadi sudah berumur lebih dari setahun dan siap dijual untuk kurban. karena salah satu syarat kambing untuk kurban adalah berumur lebih dari setahun. sebaiknya anda membaca juga syarat-syarat dari kambing kurban seperti tidak cacat, tidak sakit, dalam keadaan sehat, dan lain-lain.

Usaha ini dapat kita mulai dengan mencari lokasi yang baik untuk memelihara kambing. Daerah yang ideal adalah yang sepi jauh dari keramaian, tapi mempunyai fasilitas jalur transport untuk mobil, tidak jauh dari daerah tempat tanaman pakan buat ternak. Daerah demikian hanya ada di desa-desa.

Setelah menemukan daerah yang cocok untuk peternakan kambing, carilah penduduk desa daerah tadi yang memiliki lahan yang diinginkan untuk diajak kerja sama dengan menjadikan mereka sebagai peternak dengan perjanjian bagi hasil sehingga dapat mengirit modal lahan atau dengan system gaji. Biasanya orang-orang desa lebih suka system gaji, sebab dengan system gaji mereka menerima hasil kerjanya setiap bulan. walaupun system bagi untung hasilnya lebih besar namun karena hasil dibagikan pada saat panen mereka akan merasa itu terlalu lama jadi mereka akan lebih suka menerima gaji. Begitu pula dengan pemilik lahan, mereka akan lebih suka dengan system sewa daripada system bagi hasil. Ini juga disebabkan oleh minimnya jiwa ataupun ilmu bisnis mereka sehingga mereka lebih suka menjadi pekerja daripada menjadi partner kerja.

Setelah sepakat dengan pemilik lahan dengan harga sewa yang diinginkan, mulailah mencari kambing yang akan digemukkan ke peternak-peternak rumahan ataupun ke pasar-pasar hewan. Tapi kambing-kambimg tadi jangan langsung dibeli. Setelah memeriksa dan menemui kambing yang cocok (sehat, bagus, berumur 10 bulan, harga sesuai) dikasi tanda dan uang muka saja dulu sebagai tanda jadi sisanya dibayar saat pengambilan sebulan kemudian saat kandang dan pekerja sudah disiapkan. Ini bertujuan agar tidak tergesa-gesa dalam membeli kambing yang akan digemukkan. dengan tidak tergesa-gesa akan didapatkan kambing yang baik sesuai yang diinginkan dengan harga yang murah juga sebab kita punya banyak waktu untuk menego harga.

Pilihlah jenis kambing jawa randu! Sebenarnya jenis kambing kibas juga bisa, hanya saja akan lebih repot dalam pemeliharaannya. Sebab harus rajin mencukur bulu-bulunya, sementara kambing jawa hanya butuh perawatan kebersihan kandang dan makanan saja sehingga lebih praktis.

Buatlah kandang dengan ukuran 6 x 6 meter untuk kapasitas 20 ekor kambing per kandang, kandang di sekat per kamar per seekor kambing dengan ukuran 150cm x 60cm, dengan tujuan agar tidak terjadi perkelahian yang dapat mencedrai. Maka dibutuhkan 5 unit kandang untuk 100 ekor kambing. Penargetan 100 ekor kambing bertujuan agar mendapatkan keuntungan yang layak, karena semakin banyak jumlah kambing yang digemukkan makin banyak pula keuntungan yang dihasilkan. Tapi tergantung dari besarnya modal yang dimiliki. (Di sini akan dibahas penggemukan 100 ekor kambing sebagai barometer akan dihitung per kandang yaitu untuk 20 ekor kambing). Kandang tadi menghadap ke timur atau ke barat agar mendapatkan cahaya matahari yang cukup supaya tidak lembab.

Buatlah rumah semi permanen untuk dijadikan basecamp dan gudang tempat menyimpan peralatan, sumur bor untuk kebutuhan air dan buatlah pagar pembatas wilayah peternakan agar keamanan terjamin.

Carilah dua orang pekerja yang akan bertugas sebagai peternak dan pencari pakan yang rajin dan memiliki pengalaman beternak dan siapkanlah peralatan mereka seperti cangkul, sekop, arit, sepatu but, dll.

Buatlah perjanjian jika mereka bekerja tidak rajin atau melakukan kesalahan mereka akan diberi peringatan 1, 2, dan ketiga kalinya dipecat. Jika mereka melakukan kesalahan yang mengakibatkan kambing mati, mereka harus bertanggung jawab dengan ganti rugi dengan pemotongan gaji sesuai harga kambing yang mati.

Setelah semua langkah tadi selesai dilaksanakan dan para peternak mulai bekerja, mulailah menyebarkan pamflet ke masjid-masjid atau membuat iklan di website-website yang menyediakan iklan gratis seperti www.pengusahamuslim.com, dll, untuk mempermudah penjualan nantinya.

Proses kerja usaha ini

Mengontrol setiap hari para pekerja dan hewan ternak agar didapatkan hasil yang maksimal dan menangani langsung jika terjadi masalah. Setiap pekerja bertanggung jawab atas 50 ekor kambing. sebelum pekerja-pekerja tadi berangkat mencari pangan ke hutan mereka harus membersihkan kotoran ternak untuk dimasukkan ke dalam karung-karung. Kemudian memberi makan ternak dengan sisa pakan kemarin. Para pekerja pergi mencari pakan dua kali sehari, yaitu : 1- Pada waktu pagi setelah membersihkan kandang dan kembali membawa pakan ternak (dedaunan dan rerumputan) siangnya pada waktu makan siang, pakan tadi ditaruh dulu tidak langsung diberikan kepada ternak. Setelah itu biarkan mereka pulang istirahat dan makan siang ke rumah masing-masing selama satu jam. setelah mereka (pekerja) balik dari istirahat barulah pakan tadi diberikan ke ternak untuk dimakan, ini bertujuan agar pakan tadi layu terlebih dahulu. Jika pakan diberikan ke ternak dalam keadaan segar akan mengakibatkan perut ternak kembung karena masih banyaknya kadar gas pada pakan tadi.

2- Setelah memberi makan ternak para pekerja berangkat lagi mencari pakan dan kembali membawa pakan pada sore harinya. Pakan ditaruh dulu kemudian mereka (para pekerja) istirahat solat Asar selama setengah jam, setelah itu memberi makan hewan ternak. sisakan secukupnya pakan untuk diberikan keesokan pagi hari setelah membersihkan kotoran ternak sebelum berangkat lagi mencari pakan.

Mengikuti organisasi ternak setempat agar mendapatkan informasi-informasi yang bermanfaat buat usaha ternak ini. Biasanya dengan mengikuti organisasi peternak kita mendapatkan informasi bantuan dari pemerintah berupa pelayanan kesehatan ternak geratis. Mengikuti organisasi peternak juga dapat mempermudah informasi pemasaran.

Menjaga agar kandang tetap bersih dan kering agar tidak ada parasit-parasit yang dapat hidup di udara lembab dan basah. Ini untuk menghindari penyakit kulit yang biasa diderita kambing ternak.

Agar mendapat keuntungan yang layak maka dibutuhkan minimal 100 ekor kambing untuk digemukkan, sebab keuntungan diterima setahun sekali. Perhitungannya adalah per seekor kambing akan didapatkan keuntungan Rp550.000,- jadi jika 100 ekor kambing keuntungannya berjumlah Rp55.000.000,-. Artinya dengan 100 ekor kambing perbulan dapat dihasilkan keuntungan Rp4.580.000,-(55jt : 12). Semakin banyak jumlah kambingnya maka semakin banyak keuntungan yang dihasilkan. Tentunya semakin banyak pula modal yang dibutuhkan. Penentuan jumlah kambing minimal 100 ekor diperhitungkan agar bisa didapat keuntungan Rp4.580.000,- per bulan supaya keuntungan tersebut dapat layak membiayai kebutuhan hidup yang semakin mahal. Sehingga bisa focus dalam usaha ini selama menunggu hari raya tahun berikutnya. Tapi perhitungan keuntungan Rp4,5juta per bulan tersebut hanya sebagai biaya untuk pemeliharaan kambing selanjutnya selama setahun kedepan. Kita bebas mengelola keuntungan sebesar Rp55jt per tahun tersebut selama menunggu hari raya kurban yang berikutnya. Untuk perincian perhitungan keuntungan, pengeluaran dan lain-lain akan dibahas berikutnya.

Menjual kotoran ternak kepada petani untuk dijadikan pupuk, kemudian hasil penjualan tadi dibelikan makanan konsentrat (gabah, limbah jagung, limbah pisang dan ampas tahu)

Membeli bibit kambing yang sapih (baru selesai menyusui) untuk dipelihara satu tahun sebulan sebelum panen dengan cara memberi uang muka (seperti cara pembelian pertama)

Modal yang dibutuhkan dan untuk apa saja modal tersebut

Biaya sewa tanah Rp10.000.000,-untuk sewa 10 tahun.
Biaya pembuatan 5 kandang Rp10.000.000,-.
Biaya pembelian 100 ekor kambing jantan berumur 10 bulan Rp40.000.000,-
Biaya pembuatan basecamp Rp5.000.000,-
Biaya pembuatan sumur bor Rp1.000.000,-
Biaya gaji 2 orang pekerja selama 4bulan kerja per orang per bulan Rp1.000.000,- total 2 orang selama 4 bulan Rp8.000.000,-
Total jumlah modal yang dikeluarkan : Rp74.000.000,-
Setelah lima bulan tepatnya pada saat penjualan Iedul Ad'ha pertama akan didapatkan hasil penjualan 100 ekor kambing sebesar Rp100.000.000,- dengan penjualan Rp1.000.000,- per kambing.

Keuntungan yang di dapat pada setiap tahunnya

Hasil penjualan 100 ekor kambing adalah Rp100.000.000,- dengan penjualan per ekor kambing Rp1.000.000,- dikurangi pengeluaran untuk usaha setahun berikutnya:

Pembelian 100 ekor kambing sapih (baru selesai menyusui) biasanya berumur 3 bulan @Rp200.000,- sama dengan Rp20.000.000,-
Gaji 2 orang pekerja selama satu tahun masing-masing Rp1.000.000,- per bulan sama dengan 2 jt kali 12 sama dengan Rp24.000.000,-
Uang jaga-jaga untuk kesehatan dan tambahan pakan Rp10.000.000,-(10% dari jumlah uang Rp100.000.000,-) .
Total pengeluaran selama setiap setahun berikut Rp45.000.000,-
Jadi keuntungan yang dihasilkan setiap tahun: Rp100.000.000,- dikurangi Rp45.000.000,- sama dengan Rp55.000.000,-

Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dari yang dihitung tadi usahakanlah agar kambing peliharaan menjadi sehat-sehat dan gemuk-gemuk agar dapat dijual dengan harga lebih mahal sehingga mendapat untung lebih banyak.

Pemasaran

Karena usaha ternak ini ditujukan untuk penjualan pada hari raya kurban, maka pemasarannya tidak terlalu sulit. Sebab ternak tersebut dibutuhkan oleh orang-orang yang mau mengadakan kurban. Jadi pasarnya sangat prospektif. Namun tetap diadakan penawaran pemasaran melalui famplet-famplet agar dikenal dan dapat bersaing, sebab pasti banyak juga yang melihat peluang ini dan menjadi pesaing. Kemudian buatlah iklan-iklan di website jauh hari sebelum Iedul Ad'ha tiba. Usahakan mengiklankan di website yang menyediakan iklan gratis seperti www.pengusahamuslim.com, untuk memperkecil biaya pengeluaran.

Penutup

Berusahalah agar perhitungan diatas dapat sesuai dicapai, namun jika ternyata kurang sesuai maka janganlah putus asa. Berusahalah memperbaiki diri agar mendapatkan hasil yang lebih dan lebih. Walaupun usaha ini adalah hasilnya musiman tapi harus focus agar dapat hasil maksimal. Tetaplah berfikiran untuk maju dengan ide-ide baru yang menguntungkan kemudian berdoa dan pasrah kepada Allah supaya mendapatkan rizki yang banyak dan berkah. Amin!

Wassalamualaikum

Muaz Tsabit

Referensi:

Pak Odik Sukabumi
Pak Daud Sukabumi
Pak Hanto Malang
Read more!
lintasberita
 

Lorem ipsum

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Donec libero. Suspendisse bibendum. Cras id urna. Morbi tincidunt, orci ac convallis aliquam, lectus turpis varius lorem, eu posuere nunc justo tempus leo. Donec mattis, purus nec placerat bibendum, dui pede condimentum odio, ac blandit ante orci ut diam.